Jumat, 12 Mei 2017

TEORI ASAM-BASA MENURUT 3 PARA AHLI

Hari ini kita akan memulai pembelajaran  mengenai asam-basa Sebelum memulai pelajaran saya akan melihat kehadiran kalian. Jika kalian hadir, tolong tulis komentar di kolom komentar.

Sheira Firda Rumanda
Lutvia Larastian
Elsa Maria Cristi
Tesa Pratama Putra
Mela Puspita
Eki Fitri Jayanti
Kali ini kita akan membahas Teori Asam Basa Menurut Para Ahli disertai dengan contohnya, sebelumnya apakah anda tahu senyawa asam dalam kehidupan sehari-hari? Senyawa asam dalam kehidupan sehari-hari antara lain asam cuka, asam sitrat, dan asam sulfat. Asam cuka biasanya digunakan untuk memasak makanan misalnya acar, asam sitrat dalam buah jeruk, dan asam sulfat digunakan dalam aki kendaraan bermotor.


3 Teori Lengkap Asam Basa Menurut Para Ahli Beserta Contohnya

Selain asam ada senyawa basa seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida yang terdapat pada obt mag serta kalsium hidroksida atau air kapur.

Ada beberapa teori yang membahas sifat asam dan sifat basa, antara lain teori asam-basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai teori-teori  


Teori Asam Basa Arrhenius

Pada tahun 1884, Svante August Arrhenius, seorang ahli kimia dari Swedia mengemukakan konsep asam dan basa. Dia menjelaskan bagaimana kekuatan asam dalam air tergantung pada konsentrasi ion-ion hidrogen di dalamnya.

Asam

Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang jika di dalam air melepaskan ion hidrogen (H+).

3 Teori Lengkap Asam Basa Menurut Para Ahli Beserta Contohnya
Contoh-contoh reaksi asam ketika dilarutkan dalam air sebagai yaitu sebagai berikut.
Berdasarkan kekuatannya, asam terdiri atas asam kuat dan asam lemah yang ditentukan oleh besarnya derajat ionisasi di dalam larutan air.

[1] Asam Kuat

Asam kuat adalah asam yang derajat ionisasinya mendekati satu asam yang mengalami ionisasi sempurna.
Contohnya HCI (asam klorida), HBr (asam bromida), HI (asam iodida), HNO3 (asam nitrat), H2SO3 (asam sulfit), H3PO4 (asam fosfat) dan H2CO3 (asam karbonat).

[2] Asam Lemah

Asam lemah adalah asam yang derajat ionisasinya lebih kecil atau asam yang mengalami ionisasi sebagian.
Contoh HF (assam fluorida), CH3COOH (asam asetat), HCN (asam sianida), HNO2 (asam nitrit), H2SO3 (asam sulfit), H3PO4 (asam fosfat), dan H2CO3 (asam karbonat).

Basa

Menurut Arrhenius, basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-).

2. Teori Asam Basa Menurut Bronsted-Lowry

Teori asam-basa Bronsted-Lowry adalah teori yang melengkapi kelemahan teori asam-basa Arrhenius karena tidak semua senyawa bersifat asam/basa dapat menghasilkan ion H+/OH- jika dilarutkan dalam air.
Menurut Bronsted-Lowry asam adalah senyawa yang dapat menyumbang proton, yaitu ion H+ ke senyawa/zat lain. Basa adalah senyawa yang dapat menerima proton, yaitu ion H+ dari senyawa/zat lain. Teori ini juga memiliki kelemahan, yaitu tidak dapat memperlihatkan sifat asam/basa suatu senyawa jika tidak ada proton yang terlibat dalam reaksi.
Berdasarkan teori di atas, reaksi antara gas HCI dan NH3 dapat dijelaskan sebagai reaksi asam-basa yaitu: 3 Teori Lengkap Asam Basa Menurut Para Ahli Beserta Contohnya
Simbol (g) dan (s) menyatakan zat berwujud gas dan padat. Hidrogen klorida mendonorkan proton pada amonia dan berperan sebagai asam.
Menurut teori Bronsted dan Lowry, zat dapat berperan baik sebagai asam maupun basa. Jika zat tertentu lebih mudah melepas proton, zat ini akan berperan sebagai asam dan lawannya sebagai basa. Sebaliknya, jika suatu zat lebih mudah menerima proton, zat ini akan berperan sebagai basa. Dalam suatu larutan asam dalam air, air berperan sebagai basa.
3 Teori Lengkap Asam Basa Menurut Para Ahli Beserta Contohnya

3. Teori Asam Basa Menurut Lewis

Di tahun 1923 ketika Bronsted dan Lowry mengusulkan teori asam-basanya, Lewis mengusulkan teori asam-basa baru juga. Lewis yang juga mengusulkan teori oktet, memikirkan bahwa teori asam-basa sebagai masalah dasar yang harus diselesaikan berlandaskan teori struktur atom, bukan berdasarkan hasil percobaan.
Menurut Lewis, asam adalah zat yang dapat menerima elektron. Basa adalah zat yang dapat mendonorkan pasangan elektron.
Semua zat yang didefinisikan sebagai asam dalam teori Arrhenius juga merupakan asam dalam kerangka teori Lewis, karena proton adalah aksepator pasangan elektron. Dalam reaksi netralis proton membentuk ikatan koordinat dengan ion hidroksida.

2 komentar:

  1. Hadir buk,terimaksih atas materi yang ibuk jelaskan. Dimana sangat memberi pengetahuan baru kepaada saya

    BalasHapus