Hari
ini kita akan memulai pembelajaran mengenai asam-basa Sebelum memulai
pelajaran saya akan melihat kehadiran kalian. Jika kalian hadir, tolong tulis
komentar di kolom komentar.
Sheira Firda Rumanda
Sheira Firda Rumanda
Lutvia
Larastian
Elsa Maria Cristi
Tesa Pratama Putra
Mela Puspita
Eki Fitri Jayanti
Elsa Maria Cristi
Tesa Pratama Putra
Mela Puspita
Eki Fitri Jayanti
Kali ini kita akan membahas Teori Asam Basa Menurut Para Ahli disertai
dengan contohnya, sebelumnya apakah anda tahu senyawa asam dalam
kehidupan sehari-hari? Senyawa asam dalam kehidupan sehari-hari antara
lain asam cuka, asam sitrat, dan asam sulfat. Asam cuka biasanya
digunakan untuk memasak makanan misalnya acar, asam sitrat dalam buah
jeruk, dan asam sulfat digunakan dalam aki kendaraan bermotor.
Selain asam ada senyawa basa seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida yang terdapat pada obt mag serta kalsium hidroksida atau air kapur.
Ada beberapa teori yang membahas sifat asam dan sifat basa, antara lain teori asam-basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai teori-teori

Selain asam ada senyawa basa seperti aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida yang terdapat pada obt mag serta kalsium hidroksida atau air kapur.
Ada beberapa teori yang membahas sifat asam dan sifat basa, antara lain teori asam-basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai teori-teori
Teori Asam Basa Arrhenius
Pada tahun 1884, Svante August Arrhenius, seorang ahli kimia dari Swedia
mengemukakan konsep asam dan basa. Dia menjelaskan bagaimana kekuatan
asam dalam air tergantung pada konsentrasi ion-ion hidrogen di dalamnya.
Asam
Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang jika di dalam air melepaskan ion hidrogen (H+).
Contoh-contoh reaksi asam ketika dilarutkan dalam air sebagai yaitu sebagai berikut.
Berdasarkan kekuatannya, asam terdiri atas asam kuat dan asam lemah
yang ditentukan oleh besarnya derajat ionisasi di dalam larutan air.
[1] Asam Kuat
Asam kuat adalah asam yang derajat ionisasinya mendekati satu asam yang mengalami ionisasi sempurna.
Contohnya HCI (asam klorida), HBr (asam bromida), HI (asam iodida), HNO3
(asam nitrat), H2SO3 (asam sulfit), H3PO4 (asam fosfat) dan H2CO3 (asam
karbonat).
[2] Asam Lemah
Asam lemah adalah asam yang derajat ionisasinya lebih kecil atau asam yang mengalami ionisasi sebagian.
Contoh HF (assam fluorida), CH3COOH (asam asetat), HCN (asam sianida),
HNO2 (asam nitrit), H2SO3 (asam sulfit), H3PO4 (asam fosfat), dan H2CO3
(asam karbonat).
Basa
Menurut Arrhenius, basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-).
2. Teori Asam Basa Menurut Bronsted-Lowry
Teori asam-basa Bronsted-Lowry adalah teori yang melengkapi kelemahan
teori asam-basa Arrhenius karena tidak semua senyawa bersifat asam/basa
dapat menghasilkan ion H+/OH- jika dilarutkan dalam air.
Menurut Bronsted-Lowry asam adalah senyawa yang dapat menyumbang proton,
yaitu ion H+ ke senyawa/zat lain. Basa adalah senyawa yang dapat
menerima proton, yaitu ion H+ dari senyawa/zat lain. Teori ini juga
memiliki kelemahan, yaitu tidak dapat memperlihatkan sifat asam/basa
suatu senyawa jika tidak ada proton yang terlibat dalam reaksi.
Berdasarkan teori di atas, reaksi antara gas HCI dan NH3 dapat dijelaskan sebagai reaksi asam-basa yaitu: 
Simbol (g) dan (s) menyatakan zat berwujud gas dan padat. Hidrogen
klorida mendonorkan proton pada amonia dan berperan sebagai asam.
Menurut teori Bronsted dan Lowry, zat dapat berperan baik sebagai asam
maupun basa. Jika zat tertentu lebih mudah melepas proton, zat ini akan
berperan sebagai asam dan lawannya sebagai basa. Sebaliknya, jika suatu
zat lebih mudah menerima proton, zat ini akan berperan sebagai basa.
Dalam suatu larutan asam dalam air, air berperan sebagai basa.
3. Teori Asam Basa Menurut Lewis
Di tahun 1923 ketika Bronsted dan Lowry mengusulkan teori asam-basanya,
Lewis mengusulkan teori asam-basa baru juga. Lewis yang juga mengusulkan
teori oktet, memikirkan bahwa teori asam-basa sebagai masalah dasar
yang harus diselesaikan berlandaskan teori struktur atom, bukan
berdasarkan hasil percobaan.
Menurut Lewis, asam adalah zat yang dapat menerima elektron. Basa adalah zat yang dapat mendonorkan pasangan elektron.
Semua zat yang didefinisikan sebagai asam dalam teori Arrhenius juga
merupakan asam dalam kerangka teori Lewis, karena proton adalah
aksepator pasangan elektron. Dalam reaksi netralis proton membentuk
ikatan koordinat dengan ion hidroksida.






hadir buk
BalasHapusHadir buk,terimaksih atas materi yang ibuk jelaskan. Dimana sangat memberi pengetahuan baru kepaada saya
BalasHapus